Article
August 2, 2023

Jangan Panik, Ini Dia 6 Cara Mengatasi PHK Atau Dipecat

PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja menjadi salah satu ancaman yang cukup mengkhawatirkan bagi para pekerja. Cara mengatasi PHK atau dipecat menjadi strategi penting yang perlu disiapkan sejak awal bekerja karena siapapun tidak pernah tahu bagaimana kondisi di masa mendatang.

Memang tidak ada satupun orang yang ingin diberhentikan dari pekerjaannya. Apalagi jika itu menjadi sumber penghasilan utama untuk menafkahi keluarga. Sebelum hal itu terjadi, perlu ada antisipasi agar nanti jika terjadi PHK khususnya PHK besar-besaran tidak lagi panik. Daripada merasa panik dan khawatir, berikut ini adalah beberapa hal atau cara yang dapat dilakukan.

1. Tetap Tenang

Ketika ada berita terkait pemberhentian karyawan dan mungkin Anda menjadi salah satunya, usahakan untuk tidak langsung panik. Sedih, kecewa, marah, dan perasaan lainnya mungkin bisa muncul. Terima perasaan itu dengan lapang dada dan tidak perlu panik agar tetap dapat berpikir jernih dan tidak gegabah. 

2. Mencari Tahu Jumlah Pesangon

Cari informasi mengenai jumlah pesangon yang akan didapatkan oleh karyawan ketika diberhentikan dari pekerjaannya. Ketika terjadi PHK biasanya ada tunjangan atau pesangon yang akan diberikan untuk karyawan tersebut selain dari gaji terakhir sebagai bekal sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Pesangon sangat mungkin diberikan jika alasan PHK bukan karena masalah krisis keuangan di perusahaan.

3. Mencari Tahu Tanggal Gaji Terakhir Diberikan

Selain mencari informasi mengenai pesangon, informasi lainnya yang tidak kalah penting adalah terkait kapan gaji terakhir akan diberikan. Hal ini penting untuk memudahkan pengaturan anggaran pengeluaran.

4. Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat merupakan tabungan yang memang khusus disiapkan untuk kondisi-kondisi mendesa, termasuk ketika mengalami PHK. Mengontrol keuangan dengan ketat menjadi hal yang sangat penting setelah dipecat dan belum mendapatkan pekerjaan baru. Jika saat ini belum memiliki dana darurat, pastikan untuk menyiapkannya mulai sekarang. 

Idealnya jumlah dana darurat yang dimiliki minimal adalah 3 kali dari kebutuhan bulanan Anda. Jadi misalnya kebutuhan bulanan Rp 4 juta per bulan, maka dana darurat minimal yang perlu disiapkan adalah Rp 12 juta. Dana ini nantinya dapat digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

5. Memeriksa Asuransi

Selanjutnya Anda perlu mencari informasi terkait asuransi atau jaminan seperti BPJS Ketenagakerjaan. Jika perusahaan tempat bekerja saat ini memiliki asuransi, cari tahu apakah ada kemungkinan untuk melanjutkan asuransi tersebut sebagai akun pribadi atau tidak. Atau jika sudah diberhentikan, apakah ada kompensasi yang diberikan.

Selain itu, Anda juga perlu mengurus BPJS Ketenagakerjaan dari kantor. BPJS Ketenagakerjaan memiliki program Jaminan Hari Tua (JHT) berupa tabungan yang selama ini dipotong dari gaji bulanan Anda. Semakin lama terdaftar di BPJS ketenagakerjaan, biasanya jumlah tabungan yang terkumpul juga akan semakin besar. Dana tersebut dapat Anda gunakan sebagai modal usaha atau dana cadangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

6. Minta Surat Rekomendasi

Cara mengatasi PHK selanjutnya adalah menyiapkan surat rekomendasi. Karyawan yang mengalami PHK atau dipecat masih dapat meminta surat rekomendasi dari atasan atau manajer di kantor. 

Dengan adanya surat rekomendasi, Anda nanti juga akan lebih mudah ketika mencari pekerjaan baru. Surat tersebut dapat dilampirkan bersama dengan CV saat melamar kerja.

7. Mulai Mencari Ide Usaha atau Lowongan Kerja

Setelah terkena PHK, Anda memiliki keleluasaan apakah akan memulai usaha atau mencari kerja lagi. Jika ingin membuka usaha, mulailah untuk melakukan riset peluang usaha apa yang mungkin dilakukan. Atau jika ingin kembali bekerja di perusahaan, mulailah mencari lowongan kerja sambil merapikan kembali CV Anda.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai cara mengatasi PHK. Melakukan antisipasi dan persiapan sejak awal menjadi hal yang penting agar nantinya tidak frustasi dan sudah paham apa yang harus dilakukan jika terkena PHK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Great Article

Wawancara perilaku menjadi salah satu jenis wawancara kerja yang umumnya dilakukan oleh rekruiter. Mereka akan melontarkan pertanyaan yang berhubungan dengan kemampuan kandidat dalam memecahkan sebuah...

Adanya kesenjangan dalam riwayat pekerjaan menjadi salah satu kendala yang dihadapi setiap pencari kerja. Ya, meski adanya celah pada resume tidak serta merta dapat menutup...

Di era digital, kehadiran online profesional sangat penting, khususnya dalam mencari pekerjaan. Sebab, banyak perusahaan dan rekruter menggunakan internet untuk mencari kandidat yang sesuai untuk...