Article
November 13, 2023

Rencana Pemulihan Bencana setelah Serangan Siber

Apakah Anda pernah mengalami serangan siber? Langkah apa yang Anda lakukan untuk menanggulanginya? Apakah langkah tersebut efektif dan berhasil diterapkan? Jika belum, coba ikuti langkah pemulihan bencana setelah serangan siber dalam ulasan berikut. Ulasan ini diberikan oleh Convergence, salah satu perusahaan pemulihan bencana kenamaan dan berkualitas di Indonesia.

Serangan Siber

Apa sih, sebenarnya serangan siber itu? Semakin banyak menyerang dan menargetkan bisnis-bisnis  dan perusahaan-perusahaan besar, serangan siber merupakan tindak kejahatan dunia maya yang perlu diwaspadai. Para pelaku kejahatan dunia maya tahu bahwasannya, masih banyak perusahaan yang sumber daya manusianya tidak dibekali dan berdedikasi penuh terhadap keamanan data. 

Hanya melalui klik yang nampak tidak berbahaya pada tautan yang terlampir di dalam email, ransomware dan virus akan dengan cepat. Virus akan menginstal dan memasang serangan pemasaran tanpa terdeteksi. Kemudian peretas akan meminta tebusan sebagai imbalan atas akses data yang berada di bawah kendali mereka. Maka dari itu, dibutuhkan keamanan siber pada proses pemulihan bencana. 

Merancang Rencana Pemulihan Bencana setelah Serangan Siber

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memulai mengamankan perusahaan dari serangan siber menggunakan proses pemulihan bencana? Agar tidak bingung pada saat menghadapi serangan siber yang tiba-tiba, perhatikan hal-hal berikut!

  1. Pilih Penyedia layanan DRP

Pertama, Anda dapat melakukan semua pada penyedia layanan DRP (Disaster Recovery Plan) untuk membantu melakukan evaluasi risiko serta menyusun rencana pemulihan bencana. Salah satu perusahaan yang rekomen untuk diajak untuk kerjasama adalah https://convergence.id/drc/ . 

  1. Lakukan Pencegahan

Pepatah mengatakan, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Tak hanya berlaku pada kesehatan manusia, hal ini juga berlaku untuk Pemulihan Bisnis serta kondisi perusahaan. Oleh karena itu, mulailah untuk berhati-hati dalam melakukan klik pada tautan yang meragukan. Pasanglah anti virus dan selalu gunakan anti virus itu dalam perangkat, baik dalam hal update software ataupun meningkatkan keamanan perangkat.

  1. Terapkan Pencadangan Data

Sebagai tim keamanan data perusahaan, Anda perlu tahu bahwasannya cadangan data sangat diperlukan untuk melakukan pemulihan bencana keamanan siber. Jika semua data dicadangkan dengan aman, maka Anda bakal memiliki opsi dalam hal pemulihan sistem. Apapun ancaman yang akan dihadapi, baik itu DdoS, Ransomware, pun juga kerusakan total. Dengan demikian, data Anda tidak akan rusak permanen, bahkan semua bisa dipulihkan jika pencadangan data tersebut dilakukan. 

Tunggu apa lagi, yuk mulai terapkan keamanan siber pada proses pemulihan bencana bisnis Anda. Sudah saatnya perusahaan menerapkan sistem keamanan siber melalui pemulihan bencana setelah serangan siber. Jika bisnismu belum menyiapkan DRP, maka segera konsultasikan dengan https://convergence.id/drc/ . Dengan sigam, tim Convergence akan membantu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Great Article

Wawancara perilaku menjadi salah satu jenis wawancara kerja yang umumnya dilakukan oleh rekruiter. Mereka akan melontarkan pertanyaan yang berhubungan dengan kemampuan kandidat dalam memecahkan sebuah...

Adanya kesenjangan dalam riwayat pekerjaan menjadi salah satu kendala yang dihadapi setiap pencari kerja. Ya, meski adanya celah pada resume tidak serta merta dapat menutup...

Di era digital, kehadiran online profesional sangat penting, khususnya dalam mencari pekerjaan. Sebab, banyak perusahaan dan rekruter menggunakan internet untuk mencari kandidat yang sesuai untuk...